Rabu, 24 September 2014

Segala pujian hanya milik Allah,
shalawat dan salam semoga terlimpahkan
kepada Nabi kita Muhammad, kepada
keluarganya, dan para sahabat
seluruhnya. Keistimewaan metode ini
adalah seseorang akan memperoleh
kekuatan dan kemapanan hafalan serta
dia akan cepat dalam menghafal
sehingga dalam waktu yang singkat dia
akan segera mengkhatamkan Al- Quran.
Berikut kami akan paparkan metodenya
beserta pencontohan dalam menghafal
surah Al-Jumuah: 1. Bacalah ayat
pertama sebanyak 20 kali. 2. Bacalah
ayat kedua sebanyak 20 kali. 3. Bacalah
ayat ketiga sebanyak 20 kali. 4. Bacalah
ayat keempat sebanyak 20 kali 5.
Keempat ayat di atas dari awal hingga
akhir digabungkan dan dibaca ulang
sebanyak 20 kali. 6. Bacalah ayat kelima
sebanyak 20 kali. 7. Bacalah ayat
keenam sebanyak 20 kali. 8. Bacalah
ayat ketujuh sebanyak 20 kali. 9. Bacalah
ayat kedelapan sebanyak 20 kali. 10.
Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari
awal hingga akhir digabungkan dan
dibaca ulang sebanyak 20 kali. 11.
Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8
sebanyak 20 kali untuk memantapkan
hafalannya. Demikian seterusnya pada
setiap surah hingga selesai menghafal
seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan
sampai kamu menghafal dalam sehari
lebih dari seperdelapan juz, karena itu
akan menyebabkan hafalanmu bertambah
berat sehingga kamu tidak bisa
menghafalnya. JIKA AKU INGIN
MENAMBAH HAFALAN PADA HARI
BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru
(halaman selanjutnya) pada hari
berikutnya, maka sebelum kamu
menambah dengan hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas, maka
anda harus membaca hafalan lama
(halaman sebelumnya) dari ayat pertama
hingga ayat terakhir (muraja’ah)
sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat
sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam
ingatanmu. Kemudian setelah
mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu
bisa memulai hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU
MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG
(MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH
HAFALAN BARU? Jangan sekali-kali kamu
menambah hafalan Al-Qur`an tanpa
mengulang hafalan yang sudah ada
sebelumya. Hal itu karena jika kamu
hanya terus-menerus melanjutkan
menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi
tanpa mengulanginya terlebih dahulu,
lantas setelah khatam kamu baru mau
mengulanginya dari awal, maka secara
tidak disadari kamu telah banyak
kehilangan hafalan yang pernah dihafal.
Oleh karena itu metode yang paling tepat
dalam menghafal adalah dengan
menggabungkan antara murajaah
(mengulang) dan menambah hafalan
baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga
bagian,yang mana satu bagian berisi 10
juz. Jika dalam sehari kamu telah
menghafal satu halaman maka ulangilah
dalam sehari empat halaman yang telah
dihafal sebelumnya hingga kamu
menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah
berhasil menyelesaikan 10 juz maka
berhentilah menghafal selama satu bulan
penuh dan isi dengan mengulang apa
yang telah dihafal, dengan cara setiap
hari kamu mengulangi (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Setelah selesai
satu bulan kamu mengulangi hafalan,
sekarang mulailah kembali dengan
menghafal hafalan baru sebanyak satu
atau dua lembar tergantung kemampuan,
sambil kamu mengulangi setiap harinya
8 halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu
telah menghafal 20 juz maka berhentilah
menghafal selama 2 bulan untuk
mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap
hari kamu harus mengulang (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Jika sudah
mengulang selama dua bulan, maka
mulailah kembali dengan menghafal
hafalan baru sebanyak satu atau dua
lembar tergantung kemampuan, sambil
kamu mengulangi setiap harinya 8
halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan seluruh Al-Qur’an. Jika
anda telah selesai menghafal semua isi
Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama
secara tersendiri selama satu bulan,
dimana setiap harinya kamu mengulang
setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10
juz berikutnya, juga diulang setengah juz
ditambah 8 halaman dari sepuluh juz
pertama setiap harinya. Kemudian
pindahlah untuk mengulang 10 juz
terakhir dari Al- Qur`an selama sebulan,
dimana setiap harinya mengulang
setengah juz ditambah 8 halaman dari 10
juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz
kedua. BAGAIMANA CARA MERAJA’AH
AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU
MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI
ATAS? Mulailah mengulangi Al-Qur’an
secara keseluruhan dengan cara setiap
harinya mengulang 2 juz, dengan
mengulanginya 3 kali dalam sehari.
Dengan demikian maka kamu akan bisa
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap
dua minggu. Dengan metode seperti ini
maka dalam jangka satu tahun (insya
Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam
menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara
ini selama satu tahun penuh. APA YANG
AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-
QUR’AN SELAMA SATU TAHUN? Setelah
menguasai hafalan dan mengulangInya
dengan itqan (mantap) selama satu
tahun, hendaknya bacaan Al- Qur’an yang
kamu baca setiap hari hingga akhir
hayatmu adalah bacaan yang dilakukan
oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
semasa hidup beliau. Beliau membagi isi
Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana
setiap harinya beliau membaca satu
bagian tersebut), sehingga beliau
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam
sepekan. Aus bin Huzaifah -
rahimahullah- berkata: Aku bertanya
kepada para sahabat Rasulullah -
shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana
caranya kalian membagi Al- Qur`an untuk
dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
ﻧُﺤَﺰِّﺑُﻪُ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺧَﻤْﺲَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺳَﺒْﻊَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺗِﺴْﻊَ
ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺇِﺣْﺪَﻯ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً ﻭَﺛَﻠَﺎﺙَ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً
ﻭَﺣِﺰْﺏَ ﺍﻟْﻤُﻔَﺼَّﻞِ ﻣِﻦْ ﻗَﺎﻑْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺨْﺘَﻢَ “Kami
membaginya menjadi (tujuh bagian
yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat,
sembilan surat, sebelas surat, tiga belas
surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari
surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR.
Ahmad no. 15578). Maksudnya: -Hari
pertama: Mereka membaca surat “al-
fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”. -
Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga
akhir surat “at-taubah”. -Hari ketiga: Dari
surat “Yunus” hingga akhir surat “an-
nahl”. -Hari keempat: Dari surat “al-isra”
hingga akhir surat “al-furqan”. -Hari
kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga
akhir surat “Yasin”. -Hari keenam: Dari
surat “ash-shaffat” hingga akhir surat
“al-hujurat”. -Hari ketujuh: Dari surat
“qaaf” hingga akhir surat “an-nas”. Para
ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi
-shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi
kata: ” ﻓَﻤِﻲ ﺑِﺸَﻮْﻕٍ “. Setiap huruf yang
tersebut menjadi simbol dari awal surat
yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi
wasallam- pada setiap harinya. Maka: -
Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-
fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari pertama dimulai dari surah
al-fatihah. - Huruf “mim” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua
dimulai dari surah al- maidah. - Huruf
“ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau
di hari ketiga dimulai dari surah Yunus. -
Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keempat dimulai dari surah
Bani Israil yang juga dinamakan surah
al- isra`. - Huruf “syin” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima
dimulai dari surah asy- syu’ara`. - Huruf
“waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keenam dimulai dari surah
wash shaffat. - Huruf “qaaf” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh
dimulai dari surah qaf hingga akhir
muashaf yaitu surah an-nas. Adapun
pembagian hizib yang ada pada Al- Qur
an sekarang, maka itu tidak lain adalah
buatan Hajjaj bin Yusuf. BAGAIMANA
CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN
YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP)
DALAM AL-QUR’AN? Cara terbaik untuk
membedakan antara dua ayat yang
kelihatannya menurut kamu hampir sama
(mutasyabih), adalah dengan cara
membuka mushaf dan carilah kedua ayat
tersebut. Lalu carilah perbedaan antara
kedua ayat tersebut, cermatilah
perbedaan tersebut, kemudian buatlah
tanda/catatan (di dalam hatimu) yang
bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk
membedakan antara keduanya.
Kemudian, ketika kamu melakukan
murajaah hafalan, maka perhatikanlah
perbedaan tersebut secara berulang-
ulang sampai kamu mutqin dalam
mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN
DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN: 1-
Kamu harus menghafal melalui bantuan
seorang guru yang bisa membenarkan
bacaanmu jika salah. 2- Hafalkanlah 2
halaman setiap hari: 1 halaman setelah
subuh dan 1 halaman setelah ashar atau
maghrib. Dengan metode seperti ini
(insya Allah) kamu akan bisa menghafal
Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun
waktu satu tahun. Tetapi jika kamu
memperbanyak kapasitas hafalan setiap
harinya maka kemampuan menghafalmu
akan melemah. 3- Menghafallah mulai
dari surat an-nas hingga surat al-
baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi
setelah kamu menghafal Al- Qur`an maka
urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-
Baqarah sampai An-Nas. 4- Dalam
menghafal hendaknya menggunakan satu
mushaf saja (baik dalam cetakan maupun
bentuknya), karena hal itu sangat
membantu dalam menguatkan hafalan
dan agar lebih cepat mengingat letak-
letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir
halaman ini dan ayat apa yang ada di
awal halaman sebelahnya. 5- Setiap
orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2
tahun pertama biasanya apa yang telah
dia hafal masih mudah hilang, dan masa
ini disebut fase at- tajmi’ (pengumpulan
hafalan). Karenanya janganlah kamu
bersedih karena ada sebagian hafalanmu
yang kamu lupa atau kamu banyak keliru
dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit
sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase
rentan yang bisa menjadi pintu masuknya
setan untuk menghentikan kamu dari
menghafal Al- Qur`an. Tolaklah was-was
tersebut dari dalam hatimu dan teruslah
menghafal, karena dia (menghafal Al-
Qur`an) merupakan perbendaharaan harta
yang tidak diberikan kepada sembarang
orang. [Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul
Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan
khathib di Masjid Nabawi]Segala pujian hanya milik Allah,
shalawat dan salam semoga terlimpahkan
kepada Nabi kita Muhammad, kepada
keluarganya, dan para sahabat
seluruhnya. Keistimewaan metode ini
adalah seseorang akan memperoleh
kekuatan dan kemapanan hafalan serta
dia akan cepat dalam menghafal
sehingga dalam waktu yang singkat dia
akan segera mengkhatamkan Al- Quran.
Berikut kami akan paparkan metodenya
beserta pencontohan dalam menghafal
surah Al-Jumuah: 1. Bacalah ayat
pertama sebanyak 20 kali. 2. Bacalah
ayat kedua sebanyak 20 kali. 3. Bacalah
ayat ketiga sebanyak 20 kali. 4. Bacalah
ayat keempat sebanyak 20 kali 5.
Keempat ayat di atas dari awal hingga
akhir digabungkan dan dibaca ulang
sebanyak 20 kali. 6. Bacalah ayat kelima
sebanyak 20 kali. 7. Bacalah ayat
keenam sebanyak 20 kali. 8. Bacalah
ayat ketujuh sebanyak 20 kali. 9. Bacalah
ayat kedelapan sebanyak 20 kali. 10.
Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari
awal hingga akhir digabungkan dan
dibaca ulang sebanyak 20 kali. 11.
Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8
sebanyak 20 kali untuk memantapkan
hafalannya. Demikian seterusnya pada
setiap surah hingga selesai menghafal
seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan
sampai kamu menghafal dalam sehari
lebih dari seperdelapan juz, karena itu
akan menyebabkan hafalanmu bertambah
berat sehingga kamu tidak bisa
menghafalnya. JIKA AKU INGIN
MENAMBAH HAFALAN PADA HARI
BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru
(halaman selanjutnya) pada hari
berikutnya, maka sebelum kamu
menambah dengan hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas, maka
anda harus membaca hafalan lama
(halaman sebelumnya) dari ayat pertama
hingga ayat terakhir (muraja’ah)
sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat
sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam
ingatanmu. Kemudian setelah
mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu
bisa memulai hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU
MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG
(MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH
HAFALAN BARU? Jangan sekali-kali kamu
menambah hafalan Al-Qur`an tanpa
mengulang hafalan yang sudah ada
sebelumya. Hal itu karena jika kamu
hanya terus-menerus melanjutkan
menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi
tanpa mengulanginya terlebih dahulu,
lantas setelah khatam kamu baru mau
mengulanginya dari awal, maka secara
tidak disadari kamu telah banyak
kehilangan hafalan yang pernah dihafal.
Oleh karena itu metode yang paling tepat
dalam menghafal adalah dengan
menggabungkan antara murajaah
(mengulang) dan menambah hafalan
baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga
bagian,yang mana satu bagian berisi 10
juz. Jika dalam sehari kamu telah
menghafal satu halaman maka ulangilah
dalam sehari empat halaman yang telah
dihafal sebelumnya hingga kamu
menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah
berhasil menyelesaikan 10 juz maka
berhentilah menghafal selama satu bulan
penuh dan isi dengan mengulang apa
yang telah dihafal, dengan cara setiap
hari kamu mengulangi (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Setelah selesai
satu bulan kamu mengulangi hafalan,
sekarang mulailah kembali dengan
menghafal hafalan baru sebanyak satu
atau dua lembar tergantung kemampuan,
sambil kamu mengulangi setiap harinya
8 halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu
telah menghafal 20 juz maka berhentilah
menghafal selama 2 bulan untuk
mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap
hari kamu harus mengulang (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Jika sudah
mengulang selama dua bulan, maka
mulailah kembali dengan menghafal
hafalan baru sebanyak satu atau dua
lembar tergantung kemampuan, sambil
kamu mengulangi setiap harinya 8
halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan seluruh Al-Qur’an. Jika
anda telah selesai menghafal semua isi
Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama
secara tersendiri selama satu bulan,
dimana setiap harinya kamu mengulang
setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10
juz berikutnya, juga diulang setengah juz
ditambah 8 halaman dari sepuluh juz
pertama setiap harinya. Kemudian
pindahlah untuk mengulang 10 juz
terakhir dari Al- Qur`an selama sebulan,
dimana setiap harinya mengulang
setengah juz ditambah 8 halaman dari 10
juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz
kedua. BAGAIMANA CARA MERAJA’AH
AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU
MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI
ATAS? Mulailah mengulangi Al-Qur’an
secara keseluruhan dengan cara setiap
harinya mengulang 2 juz, dengan
mengulanginya 3 kali dalam sehari.
Dengan demikian maka kamu akan bisa
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap
dua minggu. Dengan metode seperti ini
maka dalam jangka satu tahun (insya
Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam
menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara
ini selama satu tahun penuh. APA YANG
AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-
QUR’AN SELAMA SATU TAHUN? Setelah
menguasai hafalan dan mengulangInya
dengan itqan (mantap) selama satu
tahun, hendaknya bacaan Al- Qur’an yang
kamu baca setiap hari hingga akhir
hayatmu adalah bacaan yang dilakukan
oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
semasa hidup beliau. Beliau membagi isi
Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana
setiap harinya beliau membaca satu
bagian tersebut), sehingga beliau
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam
sepekan. Aus bin Huzaifah -
rahimahullah- berkata: Aku bertanya
kepada para sahabat Rasulullah -
shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana
caranya kalian membagi Al- Qur`an untuk
dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
ﻧُﺤَﺰِّﺑُﻪُ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺧَﻤْﺲَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺳَﺒْﻊَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺗِﺴْﻊَ
ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺇِﺣْﺪَﻯ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً ﻭَﺛَﻠَﺎﺙَ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً
ﻭَﺣِﺰْﺏَ ﺍﻟْﻤُﻔَﺼَّﻞِ ﻣِﻦْ ﻗَﺎﻑْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺨْﺘَﻢَ “Kami
membaginya menjadi (tujuh bagian
yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat,
sembilan surat, sebelas surat, tiga belas
surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari
surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR.
Ahmad no. 15578). Maksudnya: -Hari
pertama: Mereka membaca surat “al-
fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”. -
Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga
akhir surat “at-taubah”. -Hari ketiga: Dari
surat “Yunus” hingga akhir surat “an-
nahl”. -Hari keempat: Dari surat “al-isra”
hingga akhir surat “al-furqan”. -Hari
kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga
akhir surat “Yasin”. -Hari keenam: Dari
surat “ash-shaffat” hingga akhir surat
“al-hujurat”. -Hari ketujuh: Dari surat
“qaaf” hingga akhir surat “an-nas”. Para
ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi
-shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi
kata: ” ﻓَﻤِﻲ ﺑِﺸَﻮْﻕٍ “. Setiap huruf yang
tersebut menjadi simbol dari awal surat
yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi
wasallam- pada setiap harinya. Maka: -
Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-
fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari pertama dimulai dari surah
al-fatihah. - Huruf “mim” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua
dimulai dari surah al- maidah. - Huruf
“ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau
di hari ketiga dimulai dari surah Yunus. -
Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keempat dimulai dari surah
Bani Israil yang juga dinamakan surah
al- isra`. - Huruf “syin” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima
dimulai dari surah asy- syu’ara`. - Huruf
“waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keenam dimulai dari surah
wash shaffat. - Huruf “qaaf” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh
dimulai dari surah qaf hingga akhir
muashaf yaitu surah an-nas. Adapun
pembagian hizib yang ada pada Al- Qur
an sekarang, maka itu tidak lain adalah
buatan Hajjaj bin Yusuf. BAGAIMANA
CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN
YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP)
DALAM AL-QUR’AN? Cara terbaik untuk
membedakan antara dua ayat yang
kelihatannya menurut kamu hampir sama
(mutasyabih), adalah dengan cara
membuka mushaf dan carilah kedua ayat
tersebut. Lalu carilah perbedaan antara
kedua ayat tersebut, cermatilah
perbedaan tersebut, kemudian buatlah
tanda/catatan (di dalam hatimu) yang
bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk
membedakan antara keduanya.
Kemudian, ketika kamu melakukan
murajaah hafalan, maka perhatikanlah
perbedaan tersebut secara berulang-
ulang sampai kamu mutqin dalam
mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN
DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN: 1-
Kamu harus menghafal melalui bantuan
seorang guru yang bisa membenarkan
bacaanmu jika salah. 2- Hafalkanlah 2
halaman setiap hari: 1 halaman setelah
subuh dan 1 halaman setelah ashar atau
maghrib. Dengan metode seperti ini
(insya Allah) kamu akan bisa menghafal
Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun
waktu satu tahun. Tetapi jika kamu
memperbanyak kapasitas hafalan setiap
harinya maka kemampuan menghafalmu
akan melemah. 3- Menghafallah mulai
dari surat an-nas hingga surat al-
baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi
setelah kamu menghafal Al- Qur`an maka
urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-
Baqarah sampai An-Nas. 4- Dalam
menghafal hendaknya menggunakan satu
mushaf saja (baik dalam cetakan maupun
bentuknya), karena hal itu sangat
membantu dalam menguatkan hafalan
dan agar lebih cepat mengingat letak-
letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir
halaman ini dan ayat apa yang ada di
awal halaman sebelahnya. 5- Setiap
orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2
tahun pertama biasanya apa yang telah
dia hafal masih mudah hilang, dan masa
ini disebut fase at- tajmi’ (pengumpulan
hafalan). Karenanya janganlah kamu
bersedih karena ada sebagian hafalanmu
yang kamu lupa atau kamu banyak keliru
dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit
sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase
rentan yang bisa menjadi pintu masuknya
setan untuk menghentikan kamu dari
menghafal Al- Qur`an. Tolaklah was-was
tersebut dari dalam hatimu dan teruslah
menghafal, karena dia (menghafal Al-
Qur`an) merupakan perbendaharaan harta
yang tidak diberikan kepada sembarang
orang. [Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul
Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan
khathib di Masjid Nabawi]Segala pujian hanya milik Allah,
shalawat dan salam semoga terlimpahkan
kepada Nabi kita Muhammad, kepada
keluarganya, dan para sahabat
seluruhnya. Keistimewaan metode ini
adalah seseorang akan memperoleh
kekuatan dan kemapanan hafalan serta
dia akan cepat dalam menghafal
sehingga dalam waktu yang singkat dia
akan segera mengkhatamkan Al- Quran.
Berikut kami akan paparkan metodenya
beserta pencontohan dalam menghafal
surah Al-Jumuah: 1. Bacalah ayat
pertama sebanyak 20 kali. 2. Bacalah
ayat kedua sebanyak 20 kali. 3. Bacalah
ayat ketiga sebanyak 20 kali. 4. Bacalah
ayat keempat sebanyak 20 kali 5.
Keempat ayat di atas dari awal hingga
akhir digabungkan dan dibaca ulang
sebanyak 20 kali. 6. Bacalah ayat kelima
sebanyak 20 kali. 7. Bacalah ayat
keenam sebanyak 20 kali. 8. Bacalah
ayat ketujuh sebanyak 20 kali. 9. Bacalah
ayat kedelapan sebanyak 20 kali. 10.
Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari
awal hingga akhir digabungkan dan
dibaca ulang sebanyak 20 kali. 11.
Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8
sebanyak 20 kali untuk memantapkan
hafalannya. Demikian seterusnya pada
setiap surah hingga selesai menghafal
seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan
sampai kamu menghafal dalam sehari
lebih dari seperdelapan juz, karena itu
akan menyebabkan hafalanmu bertambah
berat sehingga kamu tidak bisa
menghafalnya. JIKA AKU INGIN
MENAMBAH HAFALAN PADA HARI
BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru
(halaman selanjutnya) pada hari
berikutnya, maka sebelum kamu
menambah dengan hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas, maka
anda harus membaca hafalan lama
(halaman sebelumnya) dari ayat pertama
hingga ayat terakhir (muraja’ah)
sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat
sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam
ingatanmu. Kemudian setelah
mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu
bisa memulai hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU
MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG
(MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH
HAFALAN BARU? Jangan sekali-kali kamu
menambah hafalan Al-Qur`an tanpa
mengulang hafalan yang sudah ada
sebelumya. Hal itu karena jika kamu
hanya terus-menerus melanjutkan
menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi
tanpa mengulanginya terlebih dahulu,
lantas setelah khatam kamu baru mau
mengulanginya dari awal, maka secara
tidak disadari kamu telah banyak
kehilangan hafalan yang pernah dihafal.
Oleh karena itu metode yang paling tepat
dalam menghafal adalah dengan
menggabungkan antara murajaah
(mengulang) dan menambah hafalan
baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga
bagian,yang mana satu bagian berisi 10
juz. Jika dalam sehari kamu telah
menghafal satu halaman maka ulangilah
dalam sehari empat halaman yang telah
dihafal sebelumnya hingga kamu
menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah
berhasil menyelesaikan 10 juz maka
berhentilah menghafal selama satu bulan
penuh dan isi dengan mengulang apa
yang telah dihafal, dengan cara setiap
hari kamu mengulangi (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Setelah selesai
satu bulan kamu mengulangi hafalan,
sekarang mulailah kembali dengan
menghafal hafalan baru sebanyak satu
atau dua lembar tergantung kemampuan,
sambil kamu mengulangi setiap harinya
8 halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu
telah menghafal 20 juz maka berhentilah
menghafal selama 2 bulan untuk
mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap
hari kamu harus mengulang (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Jika sudah
mengulang selama dua bulan, maka
mulailah kembali dengan menghafal
hafalan baru sebanyak satu atau dua
lembar tergantung kemampuan, sambil
kamu mengulangi setiap harinya 8
halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan seluruh Al-Qur’an. Jika
anda telah selesai menghafal semua isi
Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama
secara tersendiri selama satu bulan,
dimana setiap harinya kamu mengulang
setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10
juz berikutnya, juga diulang setengah juz
ditambah 8 halaman dari sepuluh juz
pertama setiap harinya. Kemudian
pindahlah untuk mengulang 10 juz
terakhir dari Al- Qur`an selama sebulan,
dimana setiap harinya mengulang
setengah juz ditambah 8 halaman dari 10
juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz
kedua. BAGAIMANA CARA MERAJA’AH
AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU
MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI
ATAS? Mulailah mengulangi Al-Qur’an
secara keseluruhan dengan cara setiap
harinya mengulang 2 juz, dengan
mengulanginya 3 kali dalam sehari.
Dengan demikian maka kamu akan bisa
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap
dua minggu. Dengan metode seperti ini
maka dalam jangka satu tahun (insya
Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam
menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara
ini selama satu tahun penuh. APA YANG
AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-
QUR’AN SELAMA SATU TAHUN? Setelah
menguasai hafalan dan mengulangInya
dengan itqan (mantap) selama satu
tahun, hendaknya bacaan Al- Qur’an yang
kamu baca setiap hari hingga akhir
hayatmu adalah bacaan yang dilakukan
oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
semasa hidup beliau. Beliau membagi isi
Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana
setiap harinya beliau membaca satu
bagian tersebut), sehingga beliau
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam
sepekan. Aus bin Huzaifah -
rahimahullah- berkata: Aku bertanya
kepada para sahabat Rasulullah -
shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana
caranya kalian membagi Al- Qur`an untuk
dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
ﻧُﺤَﺰِّﺑُﻪُ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺧَﻤْﺲَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺳَﺒْﻊَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺗِﺴْﻊَ
ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺇِﺣْﺪَﻯ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً ﻭَﺛَﻠَﺎﺙَ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً
ﻭَﺣِﺰْﺏَ ﺍﻟْﻤُﻔَﺼَّﻞِ ﻣِﻦْ ﻗَﺎﻑْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺨْﺘَﻢَ “Kami
membaginya menjadi (tujuh bagian
yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat,
sembilan surat, sebelas surat, tiga belas
surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari
surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR.
Ahmad no. 15578). Maksudnya: -Hari
pertama: Mereka membaca surat “al-
fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”. -
Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga
akhir surat “at-taubah”. -Hari ketiga: Dari
surat “Yunus” hingga akhir surat “an-
nahl”. -Hari keempat: Dari surat “al-isra”
hingga akhir surat “al-furqan”. -Hari
kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga
akhir surat “Yasin”. -Hari keenam: Dari
surat “ash-shaffat” hingga akhir surat
“al-hujurat”. -Hari ketujuh: Dari surat
“qaaf” hingga akhir surat “an-nas”. Para
ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi
-shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi
kata: ” ﻓَﻤِﻲ ﺑِﺸَﻮْﻕٍ “. Setiap huruf yang
tersebut menjadi simbol dari awal surat
yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi
wasallam- pada setiap harinya. Maka: -
Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-
fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari pertama dimulai dari surah
al-fatihah. - Huruf “mim” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua
dimulai dari surah al- maidah. - Huruf
“ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau
di hari ketiga dimulai dari surah Yunus. -
Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keempat dimulai dari surah
Bani Israil yang juga dinamakan surah
al- isra`. - Huruf “syin” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima
dimulai dari surah asy- syu’ara`. - Huruf
“waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keenam dimulai dari surah
wash shaffat. - Huruf “qaaf” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh
dimulai dari surah qaf hingga akhir
muashaf yaitu surah an-nas. Adapun
pembagian hizib yang ada pada Al- Qur
an sekarang, maka itu tidak lain adalah
buatan Hajjaj bin Yusuf. BAGAIMANA
CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN
YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP)
DALAM AL-QUR’AN? Cara terbaik untuk
membedakan antara dua ayat yang
kelihatannya menurut kamu hampir sama
(mutasyabih), adalah dengan cara
membuka mushaf dan carilah kedua ayat
tersebut. Lalu carilah perbedaan antara
kedua ayat tersebut, cermatilah
perbedaan tersebut, kemudian buatlah
tanda/catatan (di dalam hatimu) yang
bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk
membedakan antara keduanya.
Kemudian, ketika kamu melakukan
murajaah hafalan, maka perhatikanlah
perbedaan tersebut secara berulang-
ulang sampai kamu mutqin dalam
mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN
DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN: 1-
Kamu harus menghafal melalui bantuan
seorang guru yang bisa membenarkan
bacaanmu jika salah. 2- Hafalkanlah 2
halaman setiap hari: 1 halaman setelah
subuh dan 1 halaman setelah ashar atau
maghrib. Dengan metode seperti ini
(insya Allah) kamu akan bisa menghafal
Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun
waktu satu tahun. Tetapi jika kamu
memperbanyak kapasitas hafalan setiap
harinya maka kemampuan menghafalmu
akan melemah. 3- Menghafallah mulai
dari surat an-nas hingga surat al-
baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi
setelah kamu menghafal Al- Qur`an maka
urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-
Baqarah sampai An-Nas. 4- Dalam
menghafal hendaknya menggunakan satu
mushaf saja (baik dalam cetakan maupun
bentuknya), karena hal itu sangat
membantu dalam menguatkan hafalan
dan agar lebih cepat mengingat letak-
letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir
halaman ini dan ayat apa yang ada di
awal halaman sebelahnya. 5- Setiap
orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2
tahun pertama biasanya apa yang telah
dia hafal masih mudah hilang, dan masa
ini disebut fase at- tajmi’ (pengumpulan
hafalan). Karenanya janganlah kamu
bersedih karena ada sebagian hafalanmu
yang kamu lupa atau kamu banyak keliru
dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit
sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase
rentan yang bisa menjadi pintu masuknya
setan untuk menghentikan kamu dari
menghafal Al- Qur`an. Tolaklah was-was
tersebut dari dalam hatimu dan teruslah
menghafal, karena dia (menghafal Al-
Qur`an) merupakan perbendaharaan harta
yang tidak diberikan kepada sembarang
orang. [Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul
Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan
khathib di Masjid Nabawi]Segala pujian hanya milik Allah,
shalawat dan salam semoga terlimpahkan
kepada Nabi kita Muhammad, kepada
keluarganya, dan para sahabat
seluruhnya. Keistimewaan metode ini
adalah seseorang akan memperoleh
kekuatan dan kemapanan hafalan serta
dia akan cepat dalam menghafal
sehingga dalam waktu yang singkat dia
akan segera mengkhatamkan Al- Quran.
Berikut kami akan paparkan metodenya
beserta pencontohan dalam menghafal
surah Al-Jumuah: 1. Bacalah ayat
pertama sebanyak 20 kali. 2. Bacalah
ayat kedua sebanyak 20 kali. 3. Bacalah
ayat ketiga sebanyak 20 kali. 4. Bacalah
ayat keempat sebanyak 20 kali 5.
Keempat ayat di atas dari awal hingga
akhir digabungkan dan dibaca ulang
sebanyak 20 kali. 6. Bacalah ayat kelima
sebanyak 20 kali. 7. Bacalah ayat
keenam sebanyak 20 kali. 8. Bacalah
ayat ketujuh sebanyak 20 kali. 9. Bacalah
ayat kedelapan sebanyak 20 kali. 10.
Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari
awal hingga akhir digabungkan dan
dibaca ulang sebanyak 20 kali. 11.
Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8
sebanyak 20 kali untuk memantapkan
hafalannya. Demikian seterusnya pada
setiap surah hingga selesai menghafal
seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan
sampai kamu menghafal dalam sehari
lebih dari seperdelapan juz, karena itu
akan menyebabkan hafalanmu bertambah
berat sehingga kamu tidak bisa
menghafalnya. JIKA AKU INGIN
MENAMBAH HAFALAN PADA HARI
BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru
(halaman selanjutnya) pada hari
berikutnya, maka sebelum kamu
menambah dengan hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas, maka
anda harus membaca hafalan lama
(halaman sebelumnya) dari ayat pertama
hingga ayat terakhir (muraja’ah)
sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat
sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam
ingatanmu. Kemudian setelah
mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu
bisa memulai hafalan baru dengan
metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU
MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG
(MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH
HAFALAN BARU? Jangan sekali-kali kamu
menambah hafalan Al-Qur`an tanpa
mengulang hafalan yang sudah ada
sebelumya. Hal itu karena jika kamu
hanya terus-menerus melanjutkan
menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi
tanpa mengulanginya terlebih dahulu,
lantas setelah khatam kamu baru mau
mengulanginya dari awal, maka secara
tidak disadari kamu telah banyak
kehilangan hafalan yang pernah dihafal.
Oleh karena itu metode yang paling tepat
dalam menghafal adalah dengan
menggabungkan antara murajaah
(mengulang) dan menambah hafalan
baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga
bagian,yang mana satu bagian berisi 10
juz. Jika dalam sehari kamu telah
menghafal satu halaman maka ulangilah
dalam sehari empat halaman yang telah
dihafal sebelumnya hingga kamu
menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah
berhasil menyelesaikan 10 juz maka
berhentilah menghafal selama satu bulan
penuh dan isi dengan mengulang apa
yang telah dihafal, dengan cara setiap
hari kamu mengulangi (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Setelah selesai
satu bulan kamu mengulangi hafalan,
sekarang mulailah kembali dengan
menghafal hafalan baru sebanyak satu
atau dua lembar tergantung kemampuan,
sambil kamu mengulangi setiap harinya
8 halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu
telah menghafal 20 juz maka berhentilah
menghafal selama 2 bulan untuk
mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap
hari kamu harus mengulang (meraja’ah)
sebanyak 8 halaman. Jika sudah
mengulang selama dua bulan, maka
mulailah kembali dengan menghafal
hafalan baru sebanyak satu atau dua
lembar tergantung kemampuan, sambil
kamu mengulangi setiap harinya 8
halaman hingga kamu bisa
menyelesaikan seluruh Al-Qur’an. Jika
anda telah selesai menghafal semua isi
Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama
secara tersendiri selama satu bulan,
dimana setiap harinya kamu mengulang
setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10
juz berikutnya, juga diulang setengah juz
ditambah 8 halaman dari sepuluh juz
pertama setiap harinya. Kemudian
pindahlah untuk mengulang 10 juz
terakhir dari Al- Qur`an selama sebulan,
dimana setiap harinya mengulang
setengah juz ditambah 8 halaman dari 10
juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz
kedua. BAGAIMANA CARA MERAJA’AH
AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU
MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI
ATAS? Mulailah mengulangi Al-Qur’an
secara keseluruhan dengan cara setiap
harinya mengulang 2 juz, dengan
mengulanginya 3 kali dalam sehari.
Dengan demikian maka kamu akan bisa
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap
dua minggu. Dengan metode seperti ini
maka dalam jangka satu tahun (insya
Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam
menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara
ini selama satu tahun penuh. APA YANG
AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-
QUR’AN SELAMA SATU TAHUN? Setelah
menguasai hafalan dan mengulangInya
dengan itqan (mantap) selama satu
tahun, hendaknya bacaan Al- Qur’an yang
kamu baca setiap hari hingga akhir
hayatmu adalah bacaan yang dilakukan
oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
semasa hidup beliau. Beliau membagi isi
Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana
setiap harinya beliau membaca satu
bagian tersebut), sehingga beliau
mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam
sepekan. Aus bin Huzaifah -
rahimahullah- berkata: Aku bertanya
kepada para sahabat Rasulullah -
shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana
caranya kalian membagi Al- Qur`an untuk
dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
ﻧُﺤَﺰِّﺑُﻪُ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺧَﻤْﺲَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺳَﺒْﻊَ ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺗِﺴْﻊَ
ﺳُﻮَﺭٍ ﻭَﺇِﺣْﺪَﻯ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً ﻭَﺛَﻠَﺎﺙَ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﺳُﻮﺭَﺓً
ﻭَﺣِﺰْﺏَ ﺍﻟْﻤُﻔَﺼَّﻞِ ﻣِﻦْ ﻗَﺎﻑْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺨْﺘَﻢَ “Kami
membaginya menjadi (tujuh bagian
yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat,
sembilan surat, sebelas surat, tiga belas
surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari
surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR.
Ahmad no. 15578). Maksudnya: -Hari
pertama: Mereka membaca surat “al-
fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”. -
Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga
akhir surat “at-taubah”. -Hari ketiga: Dari
surat “Yunus” hingga akhir surat “an-
nahl”. -Hari keempat: Dari surat “al-isra”
hingga akhir surat “al-furqan”. -Hari
kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga
akhir surat “Yasin”. -Hari keenam: Dari
surat “ash-shaffat” hingga akhir surat
“al-hujurat”. -Hari ketujuh: Dari surat
“qaaf” hingga akhir surat “an-nas”. Para
ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi
-shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi
kata: ” ﻓَﻤِﻲ ﺑِﺸَﻮْﻕٍ “. Setiap huruf yang
tersebut menjadi simbol dari awal surat
yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi
wasallam- pada setiap harinya. Maka: -
Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-
fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari pertama dimulai dari surah
al-fatihah. - Huruf “mim” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua
dimulai dari surah al- maidah. - Huruf
“ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau
di hari ketiga dimulai dari surah Yunus. -
Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keempat dimulai dari surah
Bani Israil yang juga dinamakan surah
al- isra`. - Huruf “syin” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima
dimulai dari surah asy- syu’ara`. - Huruf
“waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an
beliau di hari keenam dimulai dari surah
wash shaffat. - Huruf “qaaf” maksudnya
bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh
dimulai dari surah qaf hingga akhir
muashaf yaitu surah an-nas. Adapun
pembagian hizib yang ada pada Al- Qur
an sekarang, maka itu tidak lain adalah
buatan Hajjaj bin Yusuf. BAGAIMANA
CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN
YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP)
DALAM AL-QUR’AN? Cara terbaik untuk
membedakan antara dua ayat yang
kelihatannya menurut kamu hampir sama
(mutasyabih), adalah dengan cara
membuka mushaf dan carilah kedua ayat
tersebut. Lalu carilah perbedaan antara
kedua ayat tersebut, cermatilah
perbedaan tersebut, kemudian buatlah
tanda/catatan (di dalam hatimu) yang
bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk
membedakan antara keduanya.
Kemudian, ketika kamu melakukan
murajaah hafalan, maka perhatikanlah
perbedaan tersebut secara berulang-
ulang sampai kamu mutqin dalam
mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN
DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN: 1-
Kamu harus menghafal melalui bantuan
seorang guru yang bisa membenarkan
bacaanmu jika salah. 2- Hafalkanlah 2
halaman setiap hari: 1 halaman setelah
subuh dan 1 halaman setelah ashar atau
maghrib. Dengan metode seperti ini
(insya Allah) kamu akan bisa menghafal
Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun
waktu satu tahun. Tetapi jika kamu
memperbanyak kapasitas hafalan setiap
harinya maka kemampuan menghafalmu
akan melemah. 3- Menghafallah mulai
dari surat an-nas hingga surat al-
baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi
setelah kamu menghafal Al- Qur`an maka
urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-
Baqarah sampai An-Nas. 4- Dalam
menghafal hendaknya menggunakan satu
mushaf saja (baik dalam cetakan maupun
bentuknya), karena hal itu sangat
membantu dalam menguatkan hafalan
dan agar lebih cepat mengingat letak-
letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir
halaman ini dan ayat apa yang ada di
awal halaman sebelahnya. 5- Setiap
orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2
tahun pertama biasanya apa yang telah
dia hafal masih mudah hilang, dan masa
ini disebut fase at- tajmi’ (pengumpulan
hafalan). Karenanya janganlah kamu
bersedih karena ada sebagian hafalanmu
yang kamu lupa atau kamu banyak keliru
dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit
sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase
rentan yang bisa menjadi pintu masuknya
setan untuk menghentikan kamu dari
menghafal Al- Qur`an. Tolaklah was-was
tersebut dari dalam hatimu dan teruslah
menghafal, karena dia (menghafal Al-
Qur`an) merupakan perbendaharaan harta
yang tidak diberikan kepada sembarang
orang. [Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul
Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan
khathib di Masjid Nabawi]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar